Sabtu, 27 Desember 2008

New Year, New Spirit, New Principle


Menjelang tahun baru Hijriah 1429 H menuju 1430 H dan Tahun baru Masehi 2008 ke 2009, merupakan suatu momen yang bisa dijadikan salah satu waktu yang digunakan untuk memperbaiki diri, memperbaiki semangat, dan meneguhkan prinsip yang telah dipegang. Maka, kita tidak perlu memusingkan dan memperdebatkan hubungan antara tahun baru hijriah dan tahun baru masehi, intinya adalah kita harus mulai memperbaiki diri (muhasabah). Hijrah sendiri berasal dari kata "hajara" yang artinya pindah, pelakunya disebut 'muhajir'. Menurut istilah, orang yang berhijran adalah "al-muhajir man hajara min yanhallahu 'anhu". Maka hijrah sendiri bisa diartikan pindah dari buruk menjadi baik, dari baik menjadi lebih baikm dari munafiq menjadi muslim, dari muslim menjadi mu'min, dari mu'min menjadi muhsin. Maka mulai dari sekarang, coba kita niatkan, tidak perlu dengan perayaan tahun baru dengan terompet, atau bernyanyi hingga lewat tengah malam. Namun, coba kita pikirkan, selama ini kesalahan saya selama setahun ini apa saja, dimana yang salah maka harus terus berupaya untuk diperbaiki. Mungkin akhlak saya dulu kurang baik, maka kini harus diubah, dulu saya sholatnya, ibadahnya masih berantakan, maka langsung niatkan untuk diubah dan upayakan sekuat tenaga dan sambil berdoa kepada-Nya bahwa kita ini lemah, kalau tidak dibantu, maka tidak bisa apa-apa. "Sesungguhnya Allah tidak merubah apa-apa terhadap suatu kaum, hingga merubah dirinya sendiri"(QS: Ar-Ra'du-11).
Dan kunci untuk orang yang hijrah adalah kesabaran, keinginan yang kuat dan keikhlasan. Karena orang yang ingin meninggalkan sesuatu yang kurang baik akan selalu dikejar oleh nafsu buruknya untuk kembali kepada yang buruk. Sabar terhadap segala godaan yang berusaha untuk menarik kembali, keinginan yang kuat bahwa harus pergi dari sesuatu yang buruk tersebut, tidak ada kompromi, ikhlas atas sesuatu yang lalu, terhadap kenikmatan yang seolah nikmat namun menjerumuskan, dan ikhlas menghadapai kenyataan yang sesungguhnya, tidak terlena dengan sesuatu kenikmatan yang tak bernilai. Wallahu Subhanahu wa Ta'ala a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar