Jumat, 29 Mei 2009

e-book cara mudah berbisnis online


Mengapa Berbisnis Online?

1/ bisnis online bisa saya lakukan dari mana pun.
Entah dari warnet, entah dari kampus, entah dari rumah. Sedangkan bisnis online harus
dilakukan di kantor, toko, dan tempat yang sudah fixed.
Dengan bisnis online, “kantor” yang mendatangi saya, dengan bisnis offline, saya yang
mendatangi kantor.
2/ bisnis online itu mudah,
Cukup dengan duduk, ketak-ketik, dan selesailah sudah. Sambil nonton TV & minum es
teh manis, nikmat sekali.
Kalau teman-teman saya harus pergi kesana-kemari, terjebak macet, keringatan, dan
sebagainya.
TV? Teh manis? Jangan harap
3/ bisnis online BESAR sekali incomenya!
Memang berapa income saya per bulan dari bisnis online?
10 juta rupiah sebulan? Ya, Alhamdulillah saya sudah bisa menembus angka 10 juta
rupiah sebulan. Dan ini saya lakukan ____paruh waktu____, karena saya masih kuliah
(2008), dan hanya butuh waktu 4 bulan untuk mencapainya.
6
See? Inilah nikmatnya bisnis online. Anda bisa melesat tinggi hanya dalam waktu
singkat, asal tahu caranya. Kalau saya berbisnis offline, belum tentu sebesar ini
hasilnya. Teman-teman yang kerja di kantor, belum tentu sebesar ini gajinya.
Tidak perlu bertahun-tahun bekerja, jika Anda tekun hanya dalam beberapa bulan
sudah dapat terasa manisnya buah berbisnis online. Tidak perlu pintar matematika
fisika kimia, hanya perlu tahu caranya & tekun menjalankannya.
4/ Modal relatif kecil
Ya betul, kecil. Tidak perlu menggunakan toko yang modalnya bisa ratusan juta. Anda
hanya hanya perlu bermodalkan semangat belajar, dan sebuah komputer dengan akses
internet.

Mau Ikutan ?, silahkan klik di sini :
http://uangpanas.com/?id=hafidz

Rabu, 18 Februari 2009

            Al-qur'an merupakan kitab terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab yang sebelumnya. 

Sabtu, 14 Februari 2009

Sabar

Sabar tak semudah yang dibayangkan

Sabar itu jalan menuju ikhlas

Sabar itu manifestasi dari keimanan

Sabar itu Sulit

Sabar itu Ujian

Sabar itu Cobaan

Sabar itu Indah

Sabar itu penuh halangan

Sabar itu penuh godaan

Sabar itu Perlu

Sabar itu Jalan menuju kebahagiaan

Sabar itu keniscayaan

Sabar itu kewajiban

Sabar itu Tak ternilai

Sabar itu Sesuatu yang Terlukis

Maka berusahalah terus, janganlah terlarut dalam kesuksesan orang lain, namun bangunlah diri, dobrak segala yang menghalangi menuju kebenaran, sabar terhadap godaan, tekunilah terus apa yang dicari, dan perbaikilah akhlaq. Akhlaq merupakan kunci utama dari semua kesuksesan, akhlaq yang benar akan datang saat seseorang bisa mencapai titik seorang penyabar. Maka, insya Allah pun kesuksesan akan datang dengan sendirinya.

Created in Jakarta, February 15th 2008
For all readers, tu build your live, to pulldown your emotion in yout live

Sabtu, 31 Januari 2009

Hamka, Sastrawan Ulama, part.1

Karya sastranya dikenal sebagai sastra klasik angkatan-30an. Karyanya menjadi rujukan dimasa kini sebagai salah satu ikon yang terkenal pada jajaran sastra klasik. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Laila Majnun, Merantau ke Deli merupakan beberapa karya dari sekian karyanya yang membahas berbagai bidang, bahkan buku berjudul Pak Direktur sangat terkenal di Malaysia.

Sejak muda, ia sudah sangat aktif dalam mendalami suatu ilmu, padahal sekolah hanya sampai kelas 2 sekolah dasar, namun ia merupakan seorang otodidak yang menyebabkan cara pandangnya sangat luas. Sang ayah, Haji Karim Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, merupakan pelopor gerakan anti-taqlid. Sang ayah pun mendirikan sebuah pesantren yang bernama Sumatera Thawalib. Hamka pun belajar disana, namun Hamka sering keluar tanpa sepengetahuan ayah dan lebih senang menyendiri di hutan. Inilah yang membuat sang ayah sangat khawatir akan perkembangan sang anak. Namun diluar dugaan, Hamka ternyata banyak membaca mengenai buku fiqh, tauhid, tasawwuf, filsafat, bahkan buku para pemikir-pemikir Barat pun dibacanya. Suatu ketika, sang ayah menyuruh Hamka untuk mengajar Ushul Fiqh pada para santri menggantikan ayahnya yang sedang ada keperluan. Ternyata, sang ayah mengintip dari jendela dan melihat anaknya menyampaikan pelajaran tersebut dengan sangat menawan.

Bersambung...................